Oleh: @sam_anindito
Di tengah pesatnya arus globalisasi dan teknologi, keberadaan kelompok pengrajin hantaran di Kota Kediri dan sekitarnya menjadi bukti bahwa kreativitas lokal tetap mampu bertahan dan berkembang. Hantaran pernikahan atau seserahan yang dulu dianggap sebagai urusan tradisional, kini telah bertransformasi menjadi karya seni dengan nilai ekonomis yang tinggi. Kelompok pengrajin hantaran di Kediri tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan budaya kearifan Mataraman.
Kelompok Pengrajin Hantaran di Kediri: Dari Tradisi hingga Inovasi
Hantaran pernikahan merupakan simbol kasih sayang dan niat baik dari kedua belah pihak keluarga dalam menyambut pernikahan. Di Kediri, hantaran ini tidak hanya berupa barang-barang seperti kain, perhiasan, dan makanan, tetapi juga sering dihias dengan kreativitas tinggi, mencerminkan ciri khas lokal yang penuh nilai estetika. Pengrajin hantaran di Kediri, baik secara individu maupun dalam kelompok, menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan desain modern yang menjadikannya unik dan diminati oleh pasar.
Sri Astuti, salah satu pengrajin hantaran yang sudah beroperasi selama lebih dari lima tahun di Kediri, mengungkapkan bagaimana kelompok pengrajin hantaran ini berkembang. “Dulu, kami hanya mengerjakan pesanan dari orang-orang terdekat, tetapi sekarang, hantaran kami sudah diminati oleh berbagai kalangan, dari pasangan muda hingga keluarga yang menginginkan hantaran pernikahan yang istimewa. Kami sering menggunakan bahan-bahan lokal, seperti anyaman bambu, daun-daun kering, dan kain batik, yang memberikan sentuhan khas Mataraman,” ujarnya.
Sri, yang saat ini memiliki beberapa pekerja di kelompoknya, juga menjelaskan bahwa pengrajin hantaran di Kediri tidak hanya mengandalkan keterampilan tangan, tetapi juga ide kreatif yang dapat memenuhi selera pasar modern. “Kami mulai berinovasi dengan desain-desain yang lebih segar dan elegan, serta menyesuaikan dengan tren. Namun, kami tetap menjaga unsur tradisional agar tetap mencerminkan budaya kami.”
Manfaat Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Kediri
Kelompok pengrajin hantaran di Kediri berperan lebih dari sekadar pelestari tradisi; mereka juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal. Banyak pelaku usaha di Kediri yang dapat bertumbuh berkat pesanan hantaran, seperti pedagang bahan baku, pengrajin bahan kain, dan bahkan pengusaha kecil yang menyediakan aksesori untuk hantaran. Dalam hal ini, keberadaan kelompok pengrajin hantaran membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterampilan tangan dan kreativitas.
Bambang Priyambodo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, menilai bahwa kelompok pengrajin hantaran menjadi bagian penting dari industri kreatif di Kediri. “Industri kreatif, termasuk kerajinan hantaran, telah memberi dampak positif pada perekonomian Kediri. Selain mendukung keberlanjutan tradisi, mereka juga menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” kata Bambang dalam sebuah wawancara.
Seiring dengan berkembangnya tren ekonomi kreatif di Indonesia, keberadaan kelompok pengrajin hantaran di Kediri semakin mendapatkan tempatnya. Menurut Dr. Hadi Susanto, seorang ahli ekonomi kreatif dari Universitas Indonesia, “Industri kerajinan, termasuk hantaran, bukan hanya soal menciptakan produk fisik. Ini tentang menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial. Masyarakat yang terlibat langsung dalam pembuatan produk ini merasakan manfaatnya, dari peningkatan pendapatan hingga penguatan hubungan sosial antaranggota.”
Lebih lanjut, Dr. Hadi menjelaskan dalam bukunya “Kreativitas dan Ekonomi Lokal” (2016), bahwa industri kerajinan di daerah-daerah kecil memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung oleh kolaborasi antar pelaku ekonomi dan pemerintah daerah. “Kerajinan lokal yang memiliki identitas budaya dapat menjadi komoditas yang memiliki daya tarik tersendiri di pasar global. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan akses pemasaran yang lebih luas,” katanya.
Kendala yang Dihadapi oleh Pengrajin Hantaran di Kediri
Meskipun memberikan dampak positif yang besar, kelompok pengrajin hantaran di Kediri menghadapi sejumlah kendala yang cukup signifikan. Salah satunya adalah terbatasnya akses terhadap bahan baku berkualitas. Bahan-bahan seperti bambu, daun, kain tradisional, dan bunga kering sering kali sulit didapatkan dengan harga yang wajar, terutama ketika permintaan meningkat menjelang musim pernikahan.
Sri Astuti mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam bisnis hantaran adalah mendapatkan bahan baku yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sesuai dengan anggaran yang terbatas. “Ketika permintaan banyak, kami sering kesulitan mencari bahan yang sesuai, terutama untuk bahan-bahan yang khas, seperti kain batik yang langka dan sulit ditemukan. Hal ini mempengaruhi harga jual hantaran dan daya saing kami di pasar,” katanya.
Selain itu, masalah pemasaran menjadi kendala lain bagi banyak pengrajin hantaran di Kediri. Meskipun media sosial memberi banyak peluang untuk mempromosikan karya, namun pengrajin di daerah kecil sering kesulitan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak dari mereka yang tidak memiliki akses ke platform digital yang lebih besar, sehingga mereka hanya dapat mengandalkan pelanggan lokal.
Upaya Pelestarian dan Pengembangan Kelompok Pengrajin Hantaran
Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa kelompok pengrajin hantaran di Kediri mulai mencari solusi melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan. Pemerintah Kota Kediri, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, telah meluncurkan berbagai pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal, termasuk hantaran. Pelatihan ini juga berfokus pada teknik pemasaran online dan pengenalan produk ke pasar yang lebih luas.
Dalam sebuah workshop yang digelar pada tahun 2021, Bambang Priyambodo mengatakan, “Kami berusaha membantu para pengrajin hantaran di Kediri agar bisa lebih mandiri dalam memasarkan produk mereka, baik secara offline maupun online. Dengan memberikan pelatihan keterampilan dan memanfaatkan teknologi, mereka bisa memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.”
Selain itu, keberadaan Komunitas Pengrajin Hantaran Kediri juga membantu para pengrajin untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam menciptakan desain hantaran yang lebih variatif dan sesuai tren. Komunitas ini sering mengadakan pameran kerajinan dan workshop desain hantaran yang melibatkan pengrajin dari berbagai daerah. Dalam acara ini, pengrajin dapat saling bertukar ide, mempelajari tren terbaru, dan memperkenalkan produk mereka kepada calon pembeli.
Pengrajin Hantaran sebagai Pilar Ekonomi Kreatif di Kediri
Kelompok pengrajin hantaran di Kediri dan sekitarnya membuktikan bahwa meskipun kota kecil, mereka memiliki potensi besar dalam dunia ekonomi kreatif. Melalui kreativitas yang terus berkembang, mereka tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan dukungan dari pemerintah dan kolaborasi antar pelaku usaha, kelompok ini dapat terus berkembang, memperkenalkan produk lokal, dan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah.
Namun, untuk mencapai keberlanjutan yang lebih baik, pengrajin hantaran di Kediri masih memerlukan dukungan dalam hal akses terhadap bahan baku, pelatihan keterampilan, dan pemasaran yang lebih luas. Diharapkan, dengan langkah-langkah yang tepat, industri kerajinan hantaran ini dapat terus tumbuh, mengangkat nama Kediri, dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.